Sebab Mahasiswa Tersiksa

Kamis pagi kelasku dimulai jam 7. Seperti biasa, aku duduk di bangku agak belakang, dekat AC supaya tidak kepanasan.

Mata kuliah pagi ini dasar dasar pemuliaan tanaman. Setelah UTS dosen yang mengajar ganti. Pak Ir. Supriyanta namanya.

Begitu datang, langsung kuis! Mantap lah. Brain storming bener pagi pagi gini. Soalnya berupa benar salah dan pilihan A dan B.

Pak Supri selalu bilang kalau

“Anda tinggal memilih, benar atau salah. Pilihannya cuma dua itu.”

Yaudah kukerjakan sebisaku saja.

“Saya menerapkan metode start from the end”

“Kalau kalian bisa mengerjakan soal ini, sama saja kalian sudah menguasai materi sampai akhir semester.”

Sepanjang kelas beliau menekankan bahwa di kelas tidak akan bercerita banyak tentang materi kuliah. Dan kelas lebih banyak diisi mengenai pola pikir sebagai seorang akademisi, membicarakan sesuatu dengan logika yang benar.

Karena kata beliau materi kuliah sudah banyak di buku dan internet. Tinggal kalian mau membaca afau tidak.

“Yang tidak mau memaksa dirinya untuk membaca, pasti akan tersiksa”

Dann aku setuju banget dengan statement beliau.

Seriously. Mahasiswa pada umumnya kalo jarang baca buku dan jurnal perkuliahannya akan terasa berat.

Setiap semester beban mata kuliah akan semakin berat. Kalo tambah gampang mah enak banget hehe

Di semester 4 ini pun aku sudah mengambil Mata kuliah yg sudah menjurus sesuai prodi. Memang butuh perhatian ekstra.

………….

Mengorbankan kesenangan sesaat, untuk membaca buku. Memaksa diri untuk membiasakan diri

baca buku menurutku lebih layak untuk dipilih.

Daripada harus menanggung beban karena kemalasan yang selalu melanda. Tugas kuliah mungkin aja bisa nyontek punya teman, tapi kalo skripsi dan tugas setelah masuk dunia kerja, pasti akan lebih berat.

Yuk jangan kasi kendor!

Iklan

Sebotol Tupperware : Latihan Mengemban Amanah

TufiddinBlog – Artikel ini bukan promosi merk Tupperware. Hanya pengalaman pribadi saja hehe.

Agar lebih hemat, dan tidak jajan biasanya bunda akan membawakan anaknya botol minum. Sangu minum dari rumah.

Botol tupperware menurutku desainnya menarik. Warnanya bervariasi, bentuknya juga. Aku pernah mengalami masa-masa itu, ketika anak-anak memerkan botol minum barunya 😀😁

Namun keadaan berubah sejak negara api menyerang. Ehh maksudku sejak botol tupperware yang dibawakan bunda tiba tiba tidak ada.

“Nak, botol minumnya mana?”

“Kayaknya ketinggalan di kelas Bund”

Bingung mencari alasan. Yakinnya sih ketinggalan di kelas. Setelah dicek lagi, ternyata gak ada 😂 Kemudian bunda sedikit marah dan sang anak merasa menyesal.

Tak lama kemudian, dibelikanlah botol tupperware yang baru. Bunda berpesan

“Yang ini jangan hilang ya..”

“Iya bund”

Lalu sang anak mencoba untuk menjaga botol tersebut baik-baik.

……………..

Mungkin selama sekolah sampai kuliah sudah ada banyak botol tupperware yang aku hilangkan 😣

Sampai ditegur ibu berkali-kali dan tidak dibelikan yang baru.

Walhasil lebih sering beli air minum dalam kemasan. Setelah dijalani kok ya lumayan juga pengeluarannya.. Padahal di kampusku sudah ada alat isi ulang air minum gratis.

Jadinya aku bawa botol tupperware lagi ke kampus. Lebih hemat hehe 😀 Minggu lalu aku sempet panik karena botolku gak ada di tas, ternyata ketinggalan di sekre kampus. Lain kali aku ga teledor lagi deh..

Botol aja aku jagain, apalagi kamu.

#peace!

Sebelum Kehilangan Yang Mengajarimu

Sudah tabiat manusia menjadi makhluk yang serakah. Diberi satu bukit emas pun pasti akan meminta tambah lagi.

Banyak yang hidupnya tak tenang. Merasa iri atas nikmat yang dimiliki orang lain. Selalu memandang kurang, atas apa yang telah dimiliki.

Dalam perkara harta, hendaknya seorang melihat ke bawah, ada yang jauh lebih kekurangan. Dalam perkara ibadah dan kebaikan, hendaknya melihat ke atas, ada banyak orang yang mampu berbuat banyak kebaikan dengan yang mereka miliki.

Syukur adalah kunci hidup bahagia. Bagi mereka yang mengerti dan mau memahami.

Tenanglah..

Rizkimu sudah dijamin Allah.. syukurilah saat berkecukupan dan berhematlah saat sedang diuji kekurangan. Sesudah kesulitan, akan ada kemudahan.

Yuk bersyukur, sebelum kehilangan yang mengajarimu, betapa berharga apapun yang kau miliki saat ini.

Nikmat Waktu Luang

TufiddinBlog – Waktu luang adalah nikmat yang sering dilupa manusia, setelah nikmat sehat. Katanya waktu adalah uang, nyatanya masih saja banyak yang tidak memanfaatkan waktu luangnya, lalu menyesal di kemudian hari.

Aku pun merasakannya, selalu saja ada pengganggu, saat ingin menata jadwal dengan baik. Yaitu rasa malas.

Mengapa nikmat waktu luang penting?

Karena kita hidup di dunia dibatasi oleh waktu. Kelak semua hal yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Sekecil apapun perbuatan akan dihisab (dihitung). Makanya al Quran diturunkan sebagai petunjuk, agar manusia tidak bingung dalam menjalani kehidupan di dunia. Agar waktu yang diberikan tidak terbuang secara sia sia.

Idealnya, seorang bisa memenuhi waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat. Terutama bermanfaat untuk akhiratnya. Sudah banyak orang yang mengejar dunia, maka jadilah kita sebagai orang yang juga memikirkan nasib di akhirat kelak.

Ada beberapa kegiatan yang menurutku tergolong sebagai membuang waktu :

1. Melamun. Sadar ga sih kalau pasti dalam sehari kita pernah melamuni sesuatu hal yang memakan waktu cukup lama.

2. Bermain gadget. Gimana cara tahu berapa waktu yg terbuang untuk gadget? Mudah. Rumusnya gampang. Yakni daya tahan baterai gadget kamu dikali berapa kali ngecharge. Hehe. Yuk kurangin mantengin sosmed dab bermain game.

3. Nongkrong rutin. Sesekali bolehlah nongkrong hingga malam, sekedar ngopi bersama kawan. Namun kalau jadi kebiasaan, akan berpengaruh ke kesehatan badanmu.

4. Organisasi dan kepanitiaan berlebihan. Heyy mahasiswa, jangan jadi budak program kerja (proker). Ikutlah sesuai kemampuan finansial dan kemampuan fisikmu. Di organisasi dan kepanitiaan akan banyak iuran dan rapat yang tidak efektif waktu karena pembahasannya muter-muter. 😀

And many more…

Yaa aku pun pernah menyesal sudah banyak membuang waktu di masa mudaku. Ternyata ada banyak hal yang aku lewatkan untuk kupelajari.

Teman teman sebayaku 20 tahun sudah ada yg exchange ke luar negeri, winning a competition, jadi guru les privat, jadi atlet, sudah menulis buku dll. Waktu mereka saat muda pasti banyak dihabiskan untuk berlatih berlatih dan berlatih. Belajar belajar dan belajar.

Mereka belajar di saat yang lain bermain.

Mereka mencoba ikut lomba di saat yang lain santai.

Mereka sibuk latihan di saat yang lain santai di rumahnya.

Mereka pasti mengorbankan kesenangan yang bisa peroleh di waktu luang. Tapi mereka memilih untuk berlatih.

AKU HARUS MULAI DARI SEKARANG

Bosen bruhh kalo bandingin diri sama mereka yang udah sukses. Makin terasa inferiornya diri ini. Maka yang bisa aku lakukan sekarang mencoba untuk konsisten dari hal yang kecil. Berkomitmen untuk tidak membuang waktu. I make a simple target agar memastikan diri ini terus bertambah kapasitasnya. Membuat target harian :

  1. Baca 10 halaman buku perhari
  2. Baca 10 halaman al quran perhari
  3. Menulis minimal 700 kata perhari (boleh diary, puisi dll. Tulisan apapun yg penting nulis)
  4. Ikut lomba kepenulisan 1 bulan sekali (menang ga menang urusan belakangan, yg penting berani ikut)

Kalian pun bisa membuat target versi kalian yang lebih menantang.

“Jangan sia siakan waktu, sudah banyak yang menyesal karena melakukannya.” – Tufiddin