Menolak Lupa (Janji Penggusuran)

Mari berkontemplasi sejenak.

Catatanku

Hari Senin kemarin merupakan hari yang kelabu bagi warga kampung Luar Batang, Jakarta. Pemukiman mereka dihancurkan oleh puluhan buldoser. Warga Pasar Ikan yang sudah turun-temurun selama berabad-abad ada di sana harus digusur dengan alasan mereka mendiami tanah ilegal, tanah negara. Penggusuran itu dibeking penuh oleh aparat keamanan dari TNI dan Polri, demi titah dari penguasa DKI. Saya yang menyaksikan penggusuran itu melalui siaran live di TV tak kuasa menahan sedih dan pilu. Jeritan para wanita dan anak-anak yang tak rela rumahnya dihancurkan tidak mampu meluluhkan hati para petugas yang terus merangsek meratakan bangunan.

gusur Menyaksikan kampungnya yang sudah rata

Satu persatu kampung-kampung orang miskin yang mendiami bantaran sungai, kawasan pantai, dan kawasan kumuh lainnya lainnya digusur dengan alasan mendiami tanah negara. Orang-orang miskin di Jakarta semakin terusir saja dari kampungnya, namun kali ini penggusuran menggunakan cara-cara pendekatan kekuasaan yang mirip gaya Orde Baru. Kehadiran aparat keamanan memberikan rasa takut kepada warga…

Lihat pos aslinya 392 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s