Anak Kecanduan Game Karena Jarang Dipuji Orang Tua

medium_69anak.jpg

Jaman sekarang, anak kecil sudah banyak yang dibelikan HP touchscreen, maupun tablet. Berbeda dengan jaman saya dulu, pol-polan hanya dibelikan gameboy. Itupun harus merengek dulu sambil sedikit marah ke orang tua :p

DSC_1011.JPG

Kalau sudah bertemu dengan gadget, pasti anak-anak langsung mencari game! Entah itu CoC, Angrybird, plant vs zombie, tebak gambar, dll. Banyak game versi gratis yang bisa di download dengan mudah

Bagi orang tua, sebenarnya ada “keuntungannya” lho memberikan gadget pada anak. Anak akan lebih mudah disuruh untuk “diam”. Kasih saja gadget yang ada gamenya.. Langsung asyik deh mainan..

Kalau dilakukan sesekali masih wajar. Tapi jika sudah kecanduan.. Orang tua perlu waspada. Jangan sampai orang tua harus memarahi anaknya agar berhenti bermain game. Apalagi anak berani “mengancam” orang tuanya dengan tangisan yang keras hanya untuk bermain game di gadget.

Well.. Orang tua serba dilema. Pengen anaknya gak kecanduan game, tapi mereka sendiri yang memberikan gadget ke anak-anaknya.

Mengapa anak kecanduan bermain game di gadget?

  • Tampilan grafis dan suara yang menarik. Anak-anak sangat suka dengan hal ini.. Warna-warni gambar, suara yang lucu… Saya aja masih sering kepincut buat main game anak-anak đŸ˜†
  • Tokoh dan cerita yang ada di dalam game membangkitkan imajinasi anak.
  • Gadget tidak akan memarahi anak. Nah ini.. Anak tidak akan mendapat intimidasi dari gadget. Mau main game 3 jam pun si gadget tentu tidak akan marah. Beda dengan orang tua yang akan datang mengingatkan atau memarahi.
  • Game akan memberikan banyak pujian. Poin ini yang paling saya soroti. Di game banyak sekali pujian yang akan didapatkan oleh anak. Mulai dari level baru, karakter baru, koin, dll.

Pujian-pujian kecil seperti ini memang kelihatan sepele. Secara tidak sadar, pujian-pujian ini akan membuat anak betah bermain game. Dari setiap misi yang dijalani, akan ada ucapan selamat.. Dan jikalau misinya gagal.. anak akan dimotivasi dengan kata “Try Again”. Kurang greget apa coba đŸ˜€

Ayo.. para orang tua jangan mau kalah dalam memberikan “pujian” kepada anak-anaknya. Dengan kalimat sederhana saja, “Wah.. gambaran tedy bagus ya!”,”Kalau Tedy latihan menggambarnya lebih rutin, nanti bisa jadi juara kayak Jonas lho!”. Siapa tahu anak akan mulai bisa mengurangi kecanduannya terhadap game.. hehehe

jangan-memuji-anak-terus-menerus-DPUJ50abGr.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s