5 Dampak Negatif Instagram, Apa Kamu Mengalaminya?

instagram-oketeknoInstagram menjadi sosial media yang sedang trend di kalangan netizen Indonesia. Sejak munculnya Instagram di Android membuat penggunanya semakin bertambah banyak. Mulai dari artis, tokoh politik, bahkan ibu-ibu pengajian pun bisa jadi punya akun Instagram.

Instagram yang dahulunya untuk berbagi foto pribadi dengan tambahan efek-efek khusus, kini menjadi gaya hidup netizen. Banyak akun trendi yang membagi informasi seputar kehidupan kekinian, lawakan lucu, info komunitas bahkan yang mengarah ke pornografi pun juga ada. Banyak orang yang tidak terkenal bisa terkenal karena postingannya yang menjadi viral.

Feed Instagram memang sangat menarik, apalagi ada fitur explore yang menampilkan foto dari akun yang belum kita ikuti (follow). Apa yang sedang menjadi tren biasanya muncul di explore. Dan kini Instagram juga dilengkapi dengan fitur story yang membuat kita bisa update foto / video terkini, mirip Snapchat. Hal ini yang membuat Instagram bisa bikin penggunanya lupa waktu. Setiap beberapa menit scroll feed.. padahal belum tentu ada update baru.

Saya merasakan betul secara perlahan saya diperbudak oleh Instagram. Maksudnya waktu saya banyak tersita hanya untuk sekedar melihat update feed di Instagram. Setelah dipikirkan ada beberapa hal negatif yang ditimbulkan Instagram bagi penggunanya :

1. Kecanduan Mengecek Feed

Sebentar-sebentar pengguna Instagram akan mengecek feednya. Untuk sekadar mengecek postingan baru. Melihat notifikasi apakah ada yang menyukai postingan kita, mengecek apakah follower kita bertambah atau malah berkurang. Secara tidak sadar banyak waktu yang terbuang percuma. Kecuali bagi yang menjadikan Instagram sebagai personal branding media ataupun akun bisnis.

2. Menyembunyikan Sisi Negatif Seseorang

Seorang akan cenderung mengupload foto-foto yang menampilkan bahwa dirinya adalah seorang yang baik. Sehingga kadang saat sebelum mengupload foto perlu milih-milih dulu mana yang akan diupload. Apalagi kalau membuat caption. Hayo ngaku siapa yang membutuhkan banyak waktu hanya untuk membuat caption 😊

3. Stress Mencari Follower

Sebagian besar netizen di Indonesia menganggap bahwa akun yang keren adalah followernya lebih banyak dari following. Sehingga sebagian besar Instagram user berusaha sekeras mungkin agar followernya bertambah. Banyak cara, diantaranya minta difollow teman maupun mengupload foto-foto yang bagus.

4. Hati-hati Ada Stalker!

Hayo siapa yang masih stalk mantan lewat Instagram? 😀 Kalau stalk hanya sekedar untuk mencari tahu atau iseng kepo gak masalah. Yang berbahaya adalah jika pelaku stalker merencanakan kejahatan kepada pengguna Instagram incarannya.

Antisipasi bisa dilakukan dengan mengubah akun Instagram kita menjadi “private” agar kita tahu siapa saja yang meminta izin mengikuti kita. Jangan sekali-kali mengupload Instagram story mengenai rumah pribadi ataupun hal lain yang dapat memicu kejahatan. Waspadalah waspadalah!

5. Boros Kuota

Bagi saya yang belum memiliki koneksi Internet unlimited di rumah, Instagram adalah aplikasi yang paling banyak menyedot kuota. Karena hampir setiap satu jam ada foto baru, dan video pun terputar sendiri (autoplay).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s