Apa Yang Membuat Matematika Susah?

e1c214158691365f8cda1760fed59fcfSebagian dari kita pasti pernah mendengar selentingan bahwa matematika adalah pelajaran yang susah. Apalagi bagi para siswa baik sd, smp maupun sma. Di kuliah pun saya juga masih sering mendengar bahwa matematika jadi mata kuliah yang cukup “susah”. Banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya ke lembaga bimbel agar pandai matematika, takut nilai matematika anaknya jelek. Lalu, apakah matematika itu susah? Apakah setiap orang harus pintar matematika?

Saya hidup di keluarga yang cukup perhatian kepada ilmu. Orang tua saya punya latar belakang pendidikan matematika dan menekuni ilmu tersebut. Hal itu tentunya menular ke anaknya, yakni saya haha. Dari TK sampai SD, pelajaran favorit saya matematika, disusul oleh IPA.

Matematika itu asyik kok. Saya paling senang kalau bisa selesai pertama mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru SD saya. Walaupun pada beberapa kesempatan jawabannya salah. Namun yang ingin saya tekankan adalah saya punya rasa percaya diri untuk bisa menyelesaikan soalnya. saya bisa. 

Hingga suatu saat saya diberi kesempatan untuk berkompetisi di OSN. Yaa walaupun belum dapat medali. Dari sini saya berpikir, walaupun banyak orang tidak suka dengan matematika, namun nyatanya ada orang yang jago dan mungkin cinta dengan matematika hehe.

“Kunci dari matematika adalah latihan yang banyak.” Hal ini gak sepenuhnya benar, tapi wajib dicoba. Kalau males latihan kapan bisanya? Bagi saya latihan ngerjain soal itu akan membuat kita ingat dengan rumus-rumus yang ada, dan terkadang bisa sampai hafal variasi soal. Jadi ketika keluar soal tipe A kita langsung tahu harus pakai rumus yang mana. Latihan soal itu secara perlahan akan mempercepat waktu mengerjakan dan menambah skill kita dalam menentukan cara apa yang akan dipakai.

JANGAN MALES, ENTAR NYESEL

Saya mulai malas belajar matematika ketika masuk SMA. Karena di SMA ada pelajaran ekonomi dan bahasa Arab. Saya lebih menaruh perhatian kepada mereka dan kurang memperhatikan lagi matematika. Di kelas 10, hanya sedikit teori yang saya pahami. Dan dampaknya sangat buruk kedepannya. Saya kesulitan untuk mengikuti materi sampai kelas 12.

Baru kemudian di kuliah saya perlahan mengulangi lagi apa yang diajarkan di SMA. Belajar memahami kembali. Berat banget rasanya. Karena di semester 1 saya ada mata kuliah matematika. Target saya cuma satu : JANGAN SAMPAI NGULANG! Karena di kampus saya denger-denger banyak kating yang ngulang matkul ini sampai beberapa kali. Saya pilih belajar habis-habisan di awal daripada harus ngulang di tahun berikutnya.. Alhamdulillah matematika saya gak ngulang.

Back to the topic, lalu apa yang membuat matematika (dianggap) susah?

1 . ORANG BILANG MATEMATIKA SUSAH

Stigma dari masyarakat umum bilang matematika susah. Hal ini bisa membuat anak-anak yang baru belajar matematika sudah pesimis duluan dan dihantui rasa “gak bisa ngerjain”. Padahal mereka belum mencoba, mereka belum terbiasa.

2. SALAH AWALAN

Sulit mencintai dan memahami matematika kalau siswa gak diajari apa manfaat dan alasan mengapa ia harus belajar matematika! Guru SD saya pernah bilang kalau matematika akan bermanfaat bagi kemampuan menalar dan memperbagus alur berpikir. Dan hal ini berkaitan erat dengan materi yang diajarkan di SMA, yakni logika matematika.

3. SALAH METODE

Metode pengajaran tentunya banyak sekali. Ada yang menyampaikan dengan interaktif. Ada yang sekedar mendiktekan soal di papan tulis. Ada juga yang dengan sabar menjelaskan mengapa bisa muncul rumus seperti ini seperti itu. Saya lebih suka ketika matematika diajarkan dengan perlahan. Memastikan paham sebuah bab, kemudian baru lanjut ke bab selanjutnya sembari diberi latihan soal. Kalo kamu?

4. KURANG MENJELASKAN KORELASI SATU BAB DENGAN BAB LAINNYA

Saat mempelajari matematika, kita harus tahu apa sih kaitannya bab ini dengan bab lainnya.

3.jpg

5. TIDAK MENJELASKAN MANFAAT DI KEHIDUPAN NYATA

Nah ini penting banget. Kita harus tahu manfaat apa yang akan didapat setelah mempelajari matematika. Misalkan, saya kuliah di pertanian. Sekilas terlihat bahwa matematika tidak nyambung dengan pertanian. Namun di pertanian, matematika dapat memberi banyak manfaat, semisal kombinasi penggunaan pupuk, kebutuhan air per satuan luas, jarak tanam optimal dan sebagainya. Contoh lainnya, matriks yang terlihat rumit itu digunakan untuk mengatur jadwal pesawat terbang. Masih banyak lagi contohnya..

Mungkin masih banyak lagi hal yang membuat matematika dianggap susah. Dan untuk mempelajari dan paham matematika pun memang harus ada usaha yang dikeluarkan. Hanya saja, dalam usaha tersebut apakah kita mengeluh? Atau malah menikmati prosesnya?

Bukan lagi saatnya bertanya mengapa matematika susah. Tapi saatnya menyadari bahwa matematika punya banyak peran dalam kehidupan seseorang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s