Tampil “Beda” Dengan Membaca Buku

man-32271_960_720

Hello pembaca sekalian 🙂

Kata Pak Guru, kalau mau pintar harus baca buku. Kata Pak Dosen, materi perkuliahan beliau sudah ada di buku. Kata orang-orang, buku adalah jendela dunia. Buku adalah sumber pengetahuan yang amat luas. Anggaplah pernyataan ini benar. Kemudian aku ajukan pertanyaan, lalu siapa yang membaca buku? Siapakah orang yang harus membaca buku?

Anak-anak sekolah? Mahasiswa? Dosen? Guru? Pegawai negeri? Pejabat? Pakar? Peneliti?

Apakah anak jalanan boleh membaca buku? Anak petani boleh membaca buku?

Tulisan ini bukan untuk membedakan siapa saja yang berhak membaca buku, karena semua orang tentu saja boleh membaca buku. Namun yang ingin saya garisbawahi adalah sudah banyakkah masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasan membaca buku? Pertanyaan ini saya ajukan karena saya melihat belum banyak masyarakat yang membaca buku, contohnya di tempat umum. Padahal ada banyak sekali buku yang bisa kita baca.

Minat Baca Masyarakat Masih Rendah

“… Hasil kajian dari Perpusnas RI 2015 menyebut, minat baca masyarakat Indonesia dalam kategori rendah yakni 25,1 persen. Hal itu sesuai dengan kondisi sekarang, yakni masyarakat lebih suka membaca judul dari pada isi informasi tersebut,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ir AAAyu Laksmidewi TP MM …” – KRJogja.com

Memprihatinkan, Ternyata Minat Baca Indonesia Duduki Peringkat 60 dari 61 Negara

Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Bambang Dwiyono prihatin dengan rendahnya minat baca di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Menurutnya, tidak tersedianya sarana prasarana pendukung serta terlalu majunya teknologi menurunkan minat baca.

“Kebiasaan membaca tidak bisa terbentuk secara tiba-tiba. Sehingga perlu pembinaan sejak dini, ” kata Bambang.

Selain itu peran orangtua sangat penting menumbuhkan minat baca kebiasaan gemar membaca juga harus diterapkan di sekolah agar anak-anak tidak lupa membaca.

Seorang penulis kawakan pernah mengisi talkshow di sekolahku dan berkata, bahwa butuh ratusan tahun agar seorang bisa membaca buku yang telah ditulis oleh seluruh manusia! Tentu saja jumlah buku terus bertambah dan ilmu pengetahuan semakin bertambah. Jika manusia tidak menyadari bahwa dirinya butuh buku, akan membuat dirinya terkungkung pada hal yang nampak saja.

Membaca Buku di Tempat Umum

Menunggu antrean dokter, menunggu antrean servis motor, duduk di trans jogja, menunggu di halte, menunggu kuliah mulai. Ada banyak waktu untuk membaca buku di tempat umum. Tapi masih belum banyak yang melakukannya. Yang sering saya jumpai adalah menunduk dan memandangi gawai mereka. Beruntungnya biasanya masih ada segelintir orang yang membaca koran yang tersedia.

Membaca buku di tempat umum bisa bikin kita tampil beda. Ketika yang lain asyik dengan gawainya, kita asik dengan buku kita. Wawasan betambah, waktu tidak terbuang sia-sia. Selain itu bisa saja kebiasaan membaca buku yang kita lakukan akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang serupa.

Jadi, saya sarankan untuk selalu membawa buku kemanapun kita pergi. Apapun genrenya, selama itu bisa menambah wawasan. Karena dengan mulai membiasakan diri untuk membaca, akan ada banyak waktu luang yang akan terselamatkan.

Sudah baca buku apa hari ini? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s