Masihkah Kamu Mendengarkan Radio?

Hello reader… Tufiddin is back 😁

Tulisan ini membawaku mundur menuju 15 tahun lalu. Saat itu radio masih menjadi digunakan masyarakat pedesaan. Utamanya untuk mendengarkan lagu campursari atau sekedar mendengar ocehan pembawa acaranya menemani istirahat di pelataran rumah.

Saat itu pun internet masih belum terlalu terjangkau harganya. Toh sinyal hape juga belum 3G. Mau internetan ya harus ke warung internet. Maka televisi dan radio adalah hiburan utama.

Di Jogja, ada banyak Radio yang mengudara.. Bervariasi.. ada yang agamis, modern, dan tradisional. Radio seakan menyediakan hiburan bagi seluruh kalangan. Tinggal pilih sesuai selera.

Yang saya suka dari radio adalah ia bisa mengembangkan imajinasi pendengarnya. Tak jarang saya mengira ngira wajah penyiarnya seperti apa ya. Atau ketika dibacakan berita tentang suatu kejadian, saya mencoba mereka-reka kejadiannya di dalam pikiran saya.

Dan satu lagi~ Radio bisa jadi teman agar tidak sepi saat menyetir mobil. Sebenernya bisa sih untuk memasukkan lagu favorit ke flashdisk untuk diputar di mobil.. tapi menurut saya Radio jauh lebih asik.. Sampai sekarang pun, di malam hari saya sempatkan sejenak untuk mendengarkan radio 😁

Kalau kamu, apakah masih mendengarkan radio?

Iklan