Bergabung DEMA Faperta Kabinet Lintang Waluku

Cerita ini sudah lewat setengah tahun lalu.. Baru kepikiran untuk menuliskannya. Semester 1 kuliah hampir sama dengan pelajaran di sekolah, duduk di ruang, mendengar dosen, mengerjakan tugas, diselingi praktikum, laporan, UTS dan UAS. Aku belum bergabung dengan organisasi apapun. Dulu sempet ikut rangkaian seleksi KAB dan UKM Berkuda, tapi qadarullah aku diberi ujian sakit, lebih baik aku cari kesibukan di semester dua aja deh.

Semester dua, aku gabung dengan KMSEP (Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian) yakni HMJ jurusanku. Divisiku kesma, Kesejahteraan Mahasiswa, sering ngadain latihan rutin olahraga dan kegiatan buat temen-temen sosek. Aku merasa belum maksimal disini, karena jadwal latihan olahraga sering tabrakan dengan kajian sore ataupun malam. Di kuliah, ilmu agama juga harus bertambah, di sekitar UGM banyak masjid yang mengadakan pengajian rutin seperti Masjid Al Ikhlas Karangbendo, Masjid Pogung, Siswa Graha dll.

Di semester dua aku mulai mencoba membuka diri, masa iya selama kuliah kenalanku hanya teman sejurusan? Hehe. Aku ingin menjalin relasi dengan banyak orang, dimulai dari teman-teman luar jurusanku. Seorang kawanku pernah mengajakku gabung di DEMA. Disana bisa kenalan dengan banyak orang, juga lebih menantang katanya. Kupikir-pikir, ada benarnya juga. Saat itu kupikir DEMA gak jauh beda dengan OSIS SMA, programnya banyak banget. Beruntung ada yang namanya “LMT 2”, yakni semacam open recruitment di pertengahan kepengurusan. Asik nih gak harus nunggu semester 3 buat daftar DEMA.

Memilih kedirjenan di DEMA tidak mudah lho.. Setidaknya ada tiga kedirjenan yang ingin aku ikuti. Yakni Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Advokasi. Aku tertarik dengan pemas karena pengen banget melatih kepekaan sosial dan belajar peduli dengan orang lain. Pendidikan yang aku rasakan selama ini rasanya hanya mengarahkan agar aku sukses, ya untuk diri sendiri, orang lain belakangan. PSDM juga cukup menarik karena aku suka dengan manajemen organisasi.. tapi sudah gak excited karena kerjaanku di SMA juga gak jauh beda :). Advokasi menarik juga karena kelihatannya bisa “dekat” dengan pejabat kampus. Selain itu ada banyak permasalahan terkait akademik yang biasa dibantu penyelesaiannya oleh Advo, semisal penurunan UKT, info UTS, kegagalan KRS dll.

LMT 2 tidak “seribet” LMT pertama, kata mereka yang sudah ikut LMT pertama. Ada dua hari kegiatan yang harus diikuti, isinya materi-materi menarik, serta pemberian tugas yang sebenarnya tidak terlalu susah : analisis sosial dan menulis tokoh favorit. Saat itu aku sempet mau nyerah karena mager banget, jadinya aku gak ikut pertemuan hari pertama. Walhasi, agar bisa dinyatakan lolos LMT 2 aku kudu ikut matrikulasi. Hmmm Oh iya, ada juga sesi wawancara, aku masih ingat ketika aku ditanya mengenai permasalahan yang dialami petani dan diminta ngasih solusinya. Saat itu aku dengan pedenya menjawab bahwa pemerintah harus menanganinya. Lalu pewawancaraku bilang, bahwa masalah akan lama selesainya kalau harus menunggu pemerintah, mahasiswa harusnya berpikir bahwa masyarakatlah yang harus diberdayakan untuk mampu menangani masalah pertanian yang dihadapi.

Akhirnya diumumkan juga, aku masuk kedirjenan Pengabdian Masyarakat, alhamdulillah diterima sesuai pilihan. 1st gatheringnya bertempat di sambel layah jakal, ada temen-temen dari Perikanan, Buper, Ilmu Tanah dan Sosek. Wahh sayang banget tidak ada anak Mikrobiologi dan HPT di Pemas. Di kesempatan ini, ditawarkan untuk memilih biro. Apakah aku masuk biro Sosial Masyarakat, atau Pengabdian Desa. Awalnya aku ingin masuk di Pengdes, tapi belum mantab. Saran dari Mas Dipta (Dirjenku), aku disarankan masuk Sosmas dengan kabiro Mbak Gita. Dari sinilah petualanganku di DEMA dimulai.. kedepannya aku harap bisa mengembangkan kapasitas di DEMA, bertemu dengan banyak orang, belajar toleransi, meniadakan prestasi pribadi menjadi prestasi kelompok yang dibangun atas kerjasama..

Bismillah, semoga dikuatkan 🙂

 

Iklan

Hampir Ketabrak Gara-gara Tidak Pasang Hazard Sign!

Pernakah brosis melihat mobil / truk macet di jalan? Gak jarang sopirnya hanya mencari ranting pohon yang masih ada daunnya untuk memberitahu pengguna jalan lain bahwa mobilnya sedang mogok sambil menyalakan lampu hazard. Walaupun niatnya baik, menurutku caranya kurang benar. Karena ada cara yang lebih aman bagi pengguna jalan yang lain. Yaitu memakai Triangle Hazard Sign. Alias segitiga hazard yang ditaruh di jalan dengan jarak beberapa meter dari mobil yang mogok.

Ane menulis ini karena Minggu lalu ketika melintas di Ringroad Utara ada mobil sedan mogok dan hanya diberi ranting tanpa menyalakan lampu hazard apalagi memasang triangle hazard sign. Karena mogoknya di jalur cepat, walhasil ada mobil lain yang hampir menabrak sedan mogok itu. Bahaya kan? Di jalan, bukan hanya keselamatan kita saja yang harus dijaga, juga keselamatan orang lain harus kita jaga.

Triangle Hazard Sign biasanya warnanya mencolok agar mudah dilihat pengendara lain, juga dilengkapi reflektor agar bisa terlihat di malam hari. Ane pernah menggunakan segitiga hazard ketika mobil sedang tekor akinya di jalan. Dipasang sekitar 2 meter di belakang mobil, jadi pengendara lain tahu kalau ada mobil yang sedang mogok dan menghindarinya. Selain itu, lampu hazard mobil juga dinyalakan.

Harapan ane, pemilik mobil melengkapi perkakas di mobilnya dengan alat yang satu ini dan selalu dibawa untuk jaga-jaga. Ciaoo

Toko Hobi dan Mainan di Jogja

gunpla-grade-and-scale.jpg

Di Jogja, apa-apa ada, begitu anggapan saya. Lingkungan masyarakat di Jogja mulai heterogen, karena banyak pendatang dari luar jogja (termsuk saya :p). Tentu saja mereka memiliki kesukaan dan cara hidup yang sangat beragam. Hal tersebut adalah peluang besar bisnis bagi yang jeli dalam menerawang.

Bisnis hobi dan mainan, mungkin bagi sebagian orang beranggapan “udah besar kok masih beli mainan”. Coba deh, pikir dengan sudutpandang lain. Justru karena mereka sudah besar, bisa cari uang sendiri, mereka butuh mainan yang lebih mahal dan berkualitas, bahkan ada komunitasnya.

Buat kamu yang tinggal di Jogja, ada beberapa toko hobi dan mainan yang cukup terkenal untuk kamu kunjungi. Barang yang dijual cukup beragam, seperti model kit, gundam, drone, action figure dsb. Cekidot

(1) Unicorn Toys Jogja

Toko ini cukup mudah ditemukan karena letaknya cukup stragtegis. Dari Galeria Mall ke utara hingga menjelang perempatan sagan. Ada ruko kecil di barat jalan. Toko ini menjual gunpla merk Bandai dan peralatan merakitnya.

(2) Hongli Gundam Yogyakarta

Hongli Gundam Jogja

Toko ini beralamat di Jl Selokan Mataram (Dekat Lampu Merah Am Sangaji Dan Monjali), Sinduadi, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284.

Yang dijual adalah Gundam bootleg (versi lebih rendah dibanding Bandai) berbagai merk seperti Hongli dan Dragon momoko.

(3) Extalia Hobbies

kartu nama.jpg

Toko ini beralamat di Jalan Godean KM 4,5 (selatan jalan).

Barang yang dijual mulai dari action figure, aksesories jejepangan, gundam, hingga pakaian dengan karakter anime.

(4) H&M Diecast Toys

11698619_503207419833105_1554068407905991987_n.jpg

Toko ini menjual berbagai macam action figure. Lokasinya di Jalan Agro, Depok ( Jl. Anyelir CT.X, Depan Fak. Teknik UNY – Selokan Mataram, barat Jalan Gejayan )

(5) Avion RC Hobby

Toko ini menyediakan drone, rc car, aeromodelling dan berbagai macam perlengkapannya. Cocok banget buat kamu yang suka dengan hobi mahal ini.

Alamat di Jalan Bumijo no. 2
Kota Yogyakarta 55232

(6) Heroes Figure Jogja

Alamat di Jl. Gejayan blok bougenvill ctx 011 yogyakarta

Seperti namanya, toko ini menjual berbagai macam action figure yang dapat dijadikan koleksi pribadi maupun sebagai kado temanmu.

Tentu saja masih banyak toko hobi dan mainan di Jogja lainnya. Bagi yang ingin menambahi silakan tambahkan di kolom komentar ya 🙂

 

Pengalaman Merakit Gunpla Pertamaku : SDBF “KURENAI MUSHA” RED WARRIOR AMAZING

Gunpla_Logo.svg

Libur tahun ajaran baru tahun ini terasa lama, karena bertepatan dengan libur lebaran. Saya mulai libur tanggal pertengahan Juni, aktif kuliah kembali pertengahan Agustus. Adik-adik saya di sekolah menengah libur sekitar 3 minggu. Tidak mudah mengisi liburan yang sangat lama itu, salah satu hal simpel yang bisa saya lakukan adalah menonton serial anime. Berbekal harddisk lawas, langsung meluncur ke internet cafe di jalan Kaliurang. Beberapa anime yang saya copy : Naruto, Boruto, Gundam Build

Read More »

Ketika Islam Dibenturkan dengan Kebhinnekaan dan NKRI

Sebagai seorang muslim, pendapat saya terwakili oleh tulisan Pak Rinaldi Munir dalam blog pribadinya.

Hendaknya setiap orang menjaga lisannya dari perkataan yang buruk, tak terkecuali di jejaring sosial. Karena tulisan mengambil hukum perkataan.

Catatanku

Sebagai orang Islam, saya merasa cukup sedih ketika umat Islam dituding intoleran, radikal, anti-kebhinnekaan, anti-NKRI, anarkis, dan sebagainya. Sebutan-sebutan negatif itu berlangsung selama Pilkada hingga Ahok divonis bersalah dan dihukum dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara baru-baru ini.

Pilkada DKI memang kental dengan nuansa SARA. Puncaknya ketika Ahok dianggap menistakan Al-Quran dengan kasus Al-Maidah 51 yang sama-sama kita ketahui. Pro kontra terhadap ucapan Ahok itu telah membangkitkan sentimen keagamaan yang meluas di  seluruh tanah air. Aksi-aksi demo yang bertubi-tubi yang diikuti oleh ratusan ribu hingga jutaan umat Islam di Jakarta,  demo di mana-mana di seluruh negeri, dan perang kata-kata di media sosial, telah membuat situasi negara ini menjadi tambah panas. Hampir-hampir saja negara ini diambang perpecahan. Peserta demo-demo itu dituding anti-kebhinnekaan, radikal, intoleran, dan anti NKRI. Saya tidak mengerti kenapa disebut demikian, mungkin karena yang demo itu memakai sorban, peci, berbaju putih-putih, menggemakan takbir, dan sasaran demo…

Lihat pos aslinya 530 kata lagi