Apa Yang Dipunya Lilin

Dasar, hiruk pikuk jalanan kota dan segala permasalahan manusianya benar-benar membuatku stres. Pembangunan melahirkan orang-orang materialis yang mulai tak bersahabat dengan alam. Siang yang terang seakan tak boleh hilang, maka di malamnya berderet lampu menghiasi jalanan dan ruangan-ruangan. Manusia seakan ingin hidup terus tanpa perlu istirahat.

Aku tak menyukai yang terang-terang. Kenangan menggunakan obor saat takbiran maupun lampu minyak di dapur nenek masih melekat sempurna di kepalaku. Hiburan yang menenangkan hati. Melihat api di ujung sumbu menari-nari tertiup angin. Memberi kehangatan jika mendekat badan. Sejak ditemukannya api, kehidupan manusia berangsur membaik hingga sekarang ini.

Api dengan nyala jingga-merahnya selalu aku rindukan di rumah. Aku tak menyukai banyak sinar mengganggu menjelang tidurku. Lampu LED jaman ini terlalu menyilaukan, aku lebih suka lilin. Menyalakannya sebelum tidurku, memberi ketenangan disaat ia tertiup angin mempertahankan nyala. Andai saja ia selalu tersedia di rumah, akan kunyalakan tiap malam.

Iklan

Ingin Menjelajahi Indonesia

Sudah 20 tahun sejak aku terlahir ke dunia. Lahir di Prambanan dan saat ini tinggal di Jogja. Tak banyak tempat yang pernah kusinggahi. Kebanyakan hanya di Pulau Jawa. Padahal aku ini orang Indonesia, negara yang punya ribuan pulau dan luasnya lautan. Tapi selama 20 tahun aku baru menginjakkan kaki di tanah jawa dan Pulau Bali.

Aku ini anak lelaki, sudah sewajarnya aku berjalan-jalan. Merencanakan perjalanan menuju pulau-pulau selain jawa. Kata dosenku, di Sumatera ada banyak hamparan kebun sawit, ada banyak tanah gambut di Kalimantan. Ada kearifan lokal yang masih terjaga di Papua. Aku bosan dengan katanya dan ingin segera menemuinya. Jika hanya melihat kehidupan di satu pulau saja rasanya belum utuh menjadi orang Indonesia.

Mulai dari tahun 2018 ini kutargetkan untuk mulai menjelajahi Indonesia. Mungkin saja baru akan selesai saat aku tua nanti. Memang butuh biaya banyak. Tapi aku yakin Tuhan bisa mencukupinya, Dia Yang Maha Kaya. Di masa perkuliahan pun akan ada kegiatan Kerja Lapangan yang mengharuskanku mencari perusahaan untuk magang. Juga KKN yang akan menjadi sarana mengabdi. Bisa jadi aku akan ditempatkan di provinsi yang belum pernah kukunjungi. Entahlah.. Aku akan menikmati prosesnya dan tetap mengabarkannya melalui blog ini.

Tufiddin

Apa Itu Klitih Jogja?

Pertama kali aku dengar kata klitih saat duduk di bangku SMA.

“Gawat, Si Budi bar diklitih karo cah SMA X jaket e dirampas neng Jalan X”
(Gawat, Si Budi telah di-klitih oleh anak SMA X jaketnya dirampas di jalan X).

Setahuku, dulu anak-anak geng SMA di Jogja ada yang sering sweeping untuk mencari anak SMA lain. Diberhentikan di jalan, untuk dilukai, maupun dirampas seragamnya. Alhamdulillah di sekolahku tidak ada geng, dan semoga seterusnya tidak ada, Teladan Jayamahe! Beberapa kejadian klitih ternyata lebih parah dari sekedar merampas seragam maupun melukai. Di tahun 2017 ada beberapa kasus yang menyebabkan korban mengalami luka parah hingga meninggal dunia. Klitih yang dilakukan lebih parah, menggunakan senjata tajam dan berbahaya. Pelakunya tak lagi anak-anak sekolah, namun remaja hingga dewasa. Para pelaku klitih mencari korbannya di malam hari, di jalan-jalan sepi. Ada yang melukai, Read More »

Menjadi Customer Ojek Online / Taksi Online Yang Santun

Taksi online maupun ojek online sudah banyak merambah kota-kota di Indonesia. Artinya, semakin banyak pula masyarakat yang menikmati kemudahan untuk mencari tumpangan kendaraan. Harga yang relatif murah, serta mudah digunakan menjadi poin plus ojek maupun taksi online.

Dari sekian juta orderan yang telah tercipta di seluruh Indonesia. Pasti ada saja cerita-cerita unik di dalamnya. Baik cerita dari driver maupun customer atau biasa disebut CS. Kisah-kisah lucu tentang ojek maupun taksi online sudah banyak diRead More »

Trust Yourself, Love Yourself

Banyak tipe orang yang bisa ditemukan di kampus. Umumnya terbagi menjadi tiga : fokus akademik, fokus event/organisasi, dan yang bisa menyelaraskan keduanya. Bahkan ada akronim yang menjelaskan lagi macam-macam jenis mahasiswa..

Kupu-kupu : Kuliah pulang – kuliah pulang. Pulang karena ingin belajar di kosan 😀

Kura-kura : Kuliah rapat – kuliah rapat . Rapatnya punRead More »

Suka Dukanya Jadi Divisi Dokumentasi

Menjadi bagian divisi dokumentasi dan dekorasi ternyata gak semudah yang kubayangkan. Walaupun tugasnya hanya mengambil gambar dan bikin dekorasi ruangan, tetep dibutuhkan ketelitian dan kreativitas agar hasilnya maksimal.

Bulan lalu aku bertugas menjadi staff divisi dokumentasi di penerimaan anggota baru DEMA Faperta UGM. Jobdesc yang diberikan sebenarnya tidak terlalu merepotkan, hanya bikin poster, dokumentasi kegiatan di hari H, dan membuat video aftermovie. Bikin poster sebenarnya hanya butuh 1-2 jam tergantung konsepnya. Yang bikin lama adalah nungguin detil poster, nama pembicara, foto pembicara dll. Kan gak lucu kalau nama pembicara dan fotonya tidak sinkron. Pembagian tugas antar staff haruslah jelas, si A bikin poster Technical Meeting, si B bikin poster penugasan, si C bikin poster rangkaian kegiatan. Dengan begini, kerja akan fokus dan lebih cepat jadi.

H-1 LMT. Rapat besar di selasar kampus, gak banyak yang dateng. Dari divisi dokumentasi pun hanya dua orang yang datang. Banyak yang masih praktikum. Ternyata ada poster hari H LMT belum jadi. Malamnya langsung kukerjakan, niatnya jadi malam itu juga, walhasil jadinya esok hari karena ketiduran. Hehe

Hari H. Ada tiga kamera DSLR yang bisa dipakai. Lengkap dengan charger, tapi memorinya kurang. Untung aku bawa memori cadangan. Hal ini penting gengs, siapkan memori card dan kabel data. Siapa tahu memorinya penuh dan perlu dipindah dulu ke laptop.

Kesalahan pertama yang dilakukan adalah tidak membagi tugas. Sebaiknya setiap orang memiliki tugas, dan diberi tanggungjawab atas kamera. Misalkan si A diberi tugas mendokumentasikan kegiatan panitia saja dengan kamera 1. Si B diberi tugas merekam kegiatan peserta dengan kamera 2. Dengan begitu, koordinator akan lebih mudah mengecek.

Selepas selesai LMT, barulah terasa, repot banget menyortir ribuan foto dari 3 kamera yang ada. Satu persatu memisahkan foto panitia dan foto peserta capek juga lho hehe 🙂
Salam dari DDD 🙂

Hampir Ketabrak Gara-gara Tidak Pasang Hazard Sign!

Pernakah brosis melihat mobil / truk macet di jalan? Gak jarang sopirnya hanya mencari ranting pohon yang masih ada daunnya untuk memberitahu pengguna jalan lain bahwa mobilnya sedang mogok sambil menyalakan lampu hazard. Walaupun niatnya baik, menurutku caranya kurang benar. Karena ada cara yang lebih aman bagi pengguna jalan yang lain. Yaitu memakai Triangle Hazard Sign. Alias segitiga hazard yang ditaruh di jalan dengan jarak beberapa meter dari mobil yang mogok.

Ane menulis ini karena Minggu lalu ketika melintas di Ringroad Utara ada mobil sedan mogok dan hanya diberi ranting tanpa menyalakan lampu hazard apalagi memasang triangle hazard sign. Karena mogoknya di jalur cepat, walhasil ada mobil lain yang hampir menabrak sedan mogok itu. Bahaya kan? Di jalan, bukan hanya keselamatan kita saja yang harus dijaga, juga keselamatan orang lain harus kita jaga.

Triangle Hazard Sign biasanya warnanya mencolok agar mudah dilihat pengendara lain, juga dilengkapi reflektor agar bisa terlihat di malam hari. Ane pernah menggunakan segitiga hazard ketika mobil sedang tekor akinya di jalan. Dipasang sekitar 2 meter di belakang mobil, jadi pengendara lain tahu kalau ada mobil yang sedang mogok dan menghindarinya. Selain itu, lampu hazard mobil juga dinyalakan.

Harapan ane, pemilik mobil melengkapi perkakas di mobilnya dengan alat yang satu ini dan selalu dibawa untuk jaga-jaga. Ciaoo

Toko Hobi dan Mainan di Jogja

gunpla-grade-and-scale.jpg

Di Jogja, apa-apa ada, begitu anggapan saya. Lingkungan masyarakat di Jogja mulai heterogen, karena banyak pendatang dari luar jogja (termsuk saya :p). Tentu saja mereka memiliki kesukaan dan cara hidup yang sangat beragam. Hal tersebut adalah peluang besar bisnis bagi yang jeli dalam menerawang.

Bisnis hobi dan mainan, mungkin bagi sebagian orang beranggapan “udah besar kok masih beli mainan”. Coba deh, pikir dengan sudutpandang lain. Justru karena mereka sudah besar, bisa cari uang sendiri, mereka butuh mainan yang lebih mahal dan berkualitas, bahkan ada komunitasnya.

Buat kamu yang tinggal di Jogja, ada beberapa toko hobi dan mainan yang cukup terkenal untuk kamu kunjungi. Barang yang dijual cukup beragam, seperti model kit, gundam, drone, action figure dsb. Cekidot

(1) Unicorn Toys Jogja

Toko ini cukup mudah ditemukan karena letaknya cukup stragtegis. Dari Galeria Mall ke utara hingga menjelang perempatan sagan. Ada ruko kecil di barat jalan. Toko ini menjual gunpla merk Bandai dan peralatan merakitnya.

(2) Hongli Gundam Yogyakarta

Hongli Gundam Jogja

Toko ini beralamat di Jl Selokan Mataram (Dekat Lampu Merah Am Sangaji Dan Monjali), Sinduadi, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284.

Yang dijual adalah Gundam bootleg (versi lebih rendah dibanding Bandai) berbagai merk seperti Hongli dan Dragon momoko.

(3) Extalia Hobbies

kartu nama.jpg

Toko ini beralamat di Jalan Godean KM 4,5 (selatan jalan).

Barang yang dijual mulai dari action figure, aksesories jejepangan, gundam, hingga pakaian dengan karakter anime.

(4) H&M Diecast Toys

11698619_503207419833105_1554068407905991987_n.jpg

Toko ini menjual berbagai macam action figure. Lokasinya di Jalan Agro, Depok ( Jl. Anyelir CT.X, Depan Fak. Teknik UNY – Selokan Mataram, barat Jalan Gejayan )

(5) Avion RC Hobby

Toko ini menyediakan drone, rc car, aeromodelling dan berbagai macam perlengkapannya. Cocok banget buat kamu yang suka dengan hobi mahal ini.

Alamat di Jalan Bumijo no. 2
Kota Yogyakarta 55232

(6) Heroes Figure Jogja

Alamat di Jl. Gejayan blok bougenvill ctx 011 yogyakarta

Seperti namanya, toko ini menjual berbagai macam action figure yang dapat dijadikan koleksi pribadi maupun sebagai kado temanmu.

Tentu saja masih banyak toko hobi dan mainan di Jogja lainnya. Bagi yang ingin menambahi silakan tambahkan di kolom komentar ya 🙂