Dengan Mata Aku Menjaga Hati

Rina heran, mengapa Zaid selalu menunduk saat berbicara dengan wanita. Seakan tidak menghormati lawan bicara. Begitu pun saat Zaid berjalan, ia lebih banyak menunduk. Tak jarang temannya kesal karena tidak disapa Zaid. Padahal Zaid tak bermaksud menyinggung perasaan mereka.

Saat presentasi di kelas, Zaid tak menunduk. Ia pilih mendangak, menatap di atas kepala penontonnya. Sesekali menunduk, menatap ke tembok, atau memalingkan wajah ke layar proyektor.

Rupanya, 1 bulan lalu Zaid mendapat pencerahan atas masalahnya.

Zaid mudah mengingat wajah orang lain, dan merekam kejadiannya. Apalagi interaksi dengan lawan jenis. Akibatnya kepala Zaid dipenuhi bayangan-bayangan wanita yang sering berinteraksi dengannya. Tak jarang setan datang menipu Zaid, membisikkan dorongan agar Zaid membayangkan yang tidak-tidak. Hatinya tidak bisa tenang, ibadahnya terganggu menjadi tidak khusyu.

1 Bulan lalu Zaid mampir makan di sebuah resto yang berseberangan dengan masjid. Selesai makan, Azan maghrib terseru, ia urung pulang, shalat dulu di masjid tersebut.

Seorang ustaz langsung menyiapkan diri untuk memulai pengajian. Pantas masjid ini ramai sekali. Rupanya ada pengajian. Jamaahnya kebanyakan mahasiswa seperti Zaid. Sisanya para orang tua dan anak-anak SMA yang masih berseragam.

Kenyang membuat Zaid sedikit mengantuk. Diteguknya air soda dengan harapan bisa melek kembali. Sang ustaz masih takzim memberikan ceramah. Hingga tibalah masa, saat ustaz menaikkan nada bicara sambil berseru :

“Kotornya hati, diawali dari pandangan yang tidak terjaga, dari mata yang jelalatan! …”

Maka Zaid tersentak. Kebenaran seketika masuk ke lubuk hati Zaid. Masalahnya selama ini adalah satu : hatinya kotor akibat tak menjaga pandangan…

Maka sejak saat itu Zaid berdoa agar Allah memberinya kemampuan untuk menjaga pandangan dan dijauhkan dari hal-hal yang mengotori hatinya.

The Verdict

Ada banyak Zaid di dunia ini. Aku pun pernah mengalami yang dirasakan Zaid.

Berat sekali menjaga pandangan, apalagi lingkungan kuliah yang bercampur antara laki-laki dan perempuan. Terlebih jumlah perempuannya lebih banyak.

Menjaga pandangan di dunia nyata pun belum cukup. Masih ada dunia maya yang menjadi ujian berat. Hal ini juga jadi salah satu pertimbangan mengapa aku menghapus akun Instagramku. Hehe

Iklan

Los Kompresi CB150R Lawas

TufiddinBlog – Selama bedrest, lebih dari 2 minggu motorku tidak dinyalakan. Ketika distarter tak mau nyala. Wah, los kompresi lagi!

Gejalanya apa?

Mesin tidak mau nyala meskipun distarter berkali-kali.

Saat dipedal kick starter pun terasa ringan, padahal normalnya akan terasa berat karena ada kompresi dalam ruang bakar.

Solusi yang saya lakukan cukup mudah. Dalam keadaan mesin mati, tutup lubang knalpot dan coba kick starter berkali-kali sampai terasa agak berat.

Setelah itu nyalakan kontak. Tahan Starter motor sambil memutar gas penuh. Lakukan selama beberapa detik sampai mesin nyala. Jarum RPM akan perlahan naik sampai mesin nyala. Tapi kalau mesin tak kunjung menyala silakan diulangi langkahnya dari awal.

Setelah mesin nyala, tahan gas agar mesin meraung di atas 1500 RPM sekitar 1 menit untuk mengembalikan konpresi.

Nah motor siap dipakai lagi deh.

Beberapa kali mengalaminya..

Saya beberapa kali mengalami kejadian los kompresi.

  • Setelah motor kehujanan di parkiran kampus. Cara di atas sudah dicoba namun akinya tekor walhasil mesin tidak mau nyala akhirnya diangkut ke bengkel.
  • Saat lupa manasin motor sebelum dipakai berkendara. Ini yang paling sering terjadi. Beat saya di rumah juga sering los kompresi karena lupa dipanasin.

Ada banyak hal lain yang dapat menyebabkan los kompresi.

Kalau readers merasa kesulitan untuk mengatasi masalah ini, silakan membawa motornya ke bengkel atau menelpon montir panggilan.

Keep safety di jalan ya 😊

Pertanian Modern : Tidak Cuma Ngurusin Pangan

Hallo readers. Setelah datang ke kuliah fisiologi tumbuhan, aku dapat banyak wawasan mengenai pertanian modern. Kedepannya, pertanian modern bukan hanya menggunakan alat-alat canggih. Lebih dari itu. Di masa depan, manusia diprediksi akan mahir menerapkan bioteknologi pertanian untuk mendapatkan sifat tanaman yang diinginkan. Coba lihat, ini adalah contoh penyisipan gen yang membuat berpendar seperti milik kunang-kunang ke dalam tanaman. Tanamannya pun memendarkan cahaya layaknya barang glow in the dark.

glow-in-dark-plants-360x240
Tanaman dengan sisipan gen yang membuatnya bisa memendarkan cahaya

Pertanian modern juga akan melebarkan sayapnya. Tak hanya mengurusi pangan. Walaupun pangan adalah yang diprioritaskan. Hal ini perlu dipahami, biar anak muda gak melulu takut untuk terjun ke dunia pertanian. Pertanian itu prospeknya besar, bagi yang mau melihat peluang.

Ada banyak kegiatan yang tidak sadar melibatkan tanaman (yang menjadi fokus pertanian)..

Coba lihatlah.. Di bidang olahraga Lapangan golf, butuh rumput yang karakternya sesuai, tidak mudah mati, pertumbuhannya tidak terlalu cepat, agar bisa menghemat biaya perawatan. Tentu saja ketika mengembangkan rumput seperti ini diperlukan para peneliti, ujicoba, riset hingga ditemukan jenis rumput yang sesuai. Pun begitu pula dengan lapangan bola.

Di bidang farmasi, banyak tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan baku obat. Kandungan bahan aktif maupun bahan lain yang ada di dalam tanaman digunakan untuk campuran obat. Tentu diperlukan penjagaan kualitas tanaman agar kadar bahan yang diperlukan selalu tercukupi. Dibutuhkan ahli pemuliaan tanaman untuk melakukannya.

Di bidang estetika, ada banyak tanaman yang bisa digunakan untuk menghias ruangan maupun tata ruang kota.

farm-office-seatingUntuk menerapkan itu semua perlu pemahaman yang baik dan benar mengenai fisiologi tumbuhan dan aspek ekonomi pertanian agar usaha yang dirintis dapat menyasar target yang tepat dan produk kita dapat diserap pasar.

Jago Ngegas Gak Bisa Ngerem!

Orang mengendari motor ya harus tahu seberapa batas kemampuan motornya dan dirinya. Ngegas itu gampang, ngerem yang susah. Buktinya banyak kecelakaan karena tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. Aku pun pernah ngalami, nyerempet motor yang mau nyebrang dengan kecepatan 60 KM per jam. Jarak buat ngerem dan menghindar masih ada. Tapi sudah kadung panik, walhasil terjadilah apa yang sudah ditakdirkan. Lecet-lecet masbro. Footstep patah, headlamp baret, sedikit lecet di badan karena terlindungi jaket respiro kesayanganku. Alhamdulillah itu terjadi saat jalanan kering, coba kalau basah, badan dan motorku bisa saja meluncur lebih jauh karena licin.

Cuaca di Jogja seminggu terakhir lagi gak bersahabat dengan jemuran, susah keringnya. Ibu-ibu laundry pun bilang pakaianku bisa aja jadi lebih lama, waduh. Di saat hujan, jalanan licin, hingga banjir, apalagi di daerah perempatan UGM, depan Amplaz, Gejayan dll. Apes deh kalau pakai motor, apalagi matic ketika lewat banjir. Rawan mogoknya!

Konsentrasi berkendara di saat hujan semestinya lebih ditingkatkan. Karena jalanan licin, jarak pandang terbatas, dan terkadang Read More »